08
Jun

Belajar Makna Kerja Calling Dari Cleaning Service

Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Saat anak-anak, apabila ditanya apa cita-citanya, jawaban anak-anak biasanya beragam, apapun bentuk jawaban pekerjaan yang merupakan cita-citanya biasanya pekerjaan yang anak-anak sukai dan pekerjaan tersebut dapat membantu atau berguna bagi orang lain. Bandingkan saat sudah dewasa, dengan pekerjaan yang dijalani, belum tentu pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang disukai dan tujuan dijalani untuk membantu orang lain. Tujuan dalam bekerja seringkali disebut sebaai makna kerja (work meaning). Dalam bekerja, terdapat tiga makna kerja, yaitu job, career, dan calling. Jobmerupakan makna kerja sebagai bagian sumber untuk mendapatkan atau terpenuhinya kebutuhan finansial. Jadi individu bekerja untuk mendapatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Makna kerja career menilai pekerjaan sebagai kebanggaan, status, posisi, atau strata. Makna kerja callingmenilai pekerjaan sebagai sebuah panggilan hidup, dedikasi, pelayanan, atau bagian dari beribadah. Tulisan berikut akan menggambarkan pembelajaran makna kerja callingdari seorang staf cleaning service.

Pekerjaan cleaning service mungkin merupakan pilihan pekerjaan kesekian yang akan dijalani seseorang. Kalau bisa mendapatkan pekerjaan lain, mungkin tidak akan menjalani pekerjaan sebagai cleaning service. Fenomena demikian saat ini banyak ditemui, ketika seseorang tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, cleaning service menjadi alternatif pekerjaan selanjutnya. Berikut terdapat pertanyaan yang dapat diajukan, siapakah dari kita yang pernah bercita-cita menjadi cleaning service pada masa anak-anak?. Mungkin pembaca pernah melihat di layar televise, kisah serial anak-anak Upin Ipin dengan judul cita-cita, ketika salah seorang tokohnya yaitu Fizi diminta menceritakan di depan kelas tentang cita-citanya. Saat bercerita, Fizi sangat antusias tentang cita-citanya, seselesainya bercerita teman-temannya bertanya mengapa pekerjaan tersebut menjadi cita-citanya. Fizi ternyata bercita-cita menjadi seorang petugas kebersihan. Mengenai pertanyaan teman-temannya, Fizi menjelaskan alasannya menjadi petugas kebersihan membuatnya senang karena dapat menjaga kebersihan, dapat membuat lingkungan bersih, dan kesehatan terjaga. Ibu guru yang mendengarkan kemudian juga menjelaskan bahwa cita-cita menjagi petugas kebersihan merupakan cita-cita yang mulia karena dilakukan dengan hati dan melakukannya dengan perasaan gembira.

Berkaitan dengan pekerjaan sebagai cleaning service, seringkali kita temui di kampus saat menjalankan pekerjaannya dilakukan dengan wajah yang murung, tidak bersahabat, yang menunjukkan kesan pekerjaan tersebut dilakukan dengan terpaksa. Seringkali juga kita temui petugas cleaning service yang saat di jam kerjanya sulit ditemui, belum waktunya istirahat namun sudah istirahat sehingga kegiatan pelayanan menjadi tidak optimal. Apabila terdapat kuliah malam terutama kuliah pendidikan strata dua, sering mengeluh ketika perkuliahan tidak segera berakhir sedangkan waktu perkuliahan belum berakhir. Ditambah lagi pada waktu pagi hari datang tidak tepat waktu tetapi sangat berdekatan di jam perkuliahan pertama, sehingga seringkali mengeluh karena lantai yang baru saja dibersihkan dilewati mahasiswa, dosen, ataupun tamu. Perilaku-perilaku seperti ini yang menunjukkan pemaknaan terhadap pekerjaan yang jauh dari makna kerja panggilan (calling).

Namun, di saat rekan-rekan cleaning service terdapat yang berperilaku demikian, masih terdapat petugas cleaning service yang menampilkan perilaku sebaliknya. Datang disiplin di pagi hari, bahkan bersedia menggantikan tugas teman-temannya yang lain di malam hari untuk membersihkan dan mengunci ruangan kelas. Saat diminta membersihkan ruangan atau bagian kampus yang kotor tidak pernah menampilkan wajah terpaksa, selalu disertai dengan senyuman. Ketika melakukan kesalahan mengakui dengan jujur kesalahannya, sehingga orang lain menjadi menghormatinya. Perilaku-perilaku yang ditampilkan petugas cleaning service tersebut menggambarkan sebagai makna kerja panggilan (calling).

Tidak mudah menjalani pekerjaan cleaning service disertai dengan makna kerja panggilan, seperti kata beberapa petugas cleaning service. Awalnya mereka tidak menyukai pekerjaan sebagai cleaning service, namun karena mereka tidak memiliki ketrampilan yang lain, mereka berusaha bekerja disertai dengan hati sebagai bagian dari hidup mereka. Dengan bekerja sebagai cleaning servicemereka mendapatkan sumber pendapatan dan harus disyukuri di saat orang lain ada yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali sehingga kehidupannya kacau. Dengan memaknai pekerjaannya sebagai bentuk syukurnya, lebih banyak orang yang mempercayai, memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri tidak hanya terampil membersihkan tetapi bisa mengurusi tentang operasionalisasi komputer dan sebagainya. Sehingga tidak jarang apabila terdapat mic ataupun lcd yang bermasalah, meminta tolong cleaning service tersebut. Hasilnya selain memiliki ketrampilan lebih yang diperoleh saat menjalankan pekerjaan utama sebagai petugas cleaning service, mereka menjadi memiliki work engagementdengan pekerjaannya.

Pembelajaran yang dapat dipetik dari tulisan ini adalah, petugas cleaning service mampu memaknai pekerjaannya sebagai calling, bagaimana dengan kita?. Apapun bentuk pekerjaan, dapat dimaknai pelakunya, terpenting harus mampu menyeimbangkan antara makna kerja job, career, dan calling.