20
Oct

Tips dan pedoman kerja untuk housekeeping hotel by Alat Cleaning dan housekeeping hotel

Membersihkan Lokasi Area dan Peralatan

 

Pedoman menggunakan peralatan

  1. Semua mesin dan peralatan harus dipelihara dalam suatu permintaan pemeliharaan (working order), agar pekerja dapat menggunakannya secara aman dan efektif.
  2. Tidak aman dan rusak harus segera dilaporkan kepada penyelia atau bagian pemeliharaan.
  3. Pegawai harus dilatih dalam penggunaan peralatan dan peralatan mesin.
  4. Pegawai juga boleh minta untuk mengenakan pelindung mata (goggles) atau sarung tangan karet (hand gloves).
  5. Jangan pernah meninggalkan peralatan dan mesin bila tidak digunakan, semua alat dan mesin harus dalam keadaan mati dan simpan ditempatnya.
  6. Jangan pernah menggunakan satu peralatan atau mesin yang tidak dapat dioperasikan dengan baik.
  7. Pegawai tidak diperbolehkan mengoperasikan peralatan elektrik bila ada air, tangan basah atau kain basah.
  8. Jangan mengoperasikan peralatan elektrik dekat benda cair yang mudah terbakar, bahan kimia dan uap air.
  9. Bila peralatan ada percikan api, asap atau uap air segera matikan.
  10. Kabel dan stiker peralatan mesin harus diperiksa secara periodik, peralatan yang tidak ada strum atau kabelnya terkelupas jangan digunakan.
  11. Peralatan harus dicabut kabelnya secara perlahan.
  12. Ketika menggunakan peralatan listrik, kabel harus dijauhkan dari daerah yang ramai.
  13. Dalam beberapa situasi, simpan kabel pada dinding dan berikan tanda hati-hati pada daerah kerja, rekatkan kabel pada lantai dan berikan tanda hati-hati pada perekatnya.

Alat – alat pembersih

  1. Alat pengepel basah
  2. Alat penyapu kering
  3. Sikat yang bertangkai panjang.
  4. Sikat tangan.
  5. Sikat baja.
  6. Pengikis air.
  7. Sikat WC.
  8. Alat penyapu basah.
  9. Pembersih debu bertangkai panjang.
  10. Peralatan mencuci, membilas dan mengeringkan.
  11. Lap debu.
  12. Lap lantai.
  13. Spon karet dan lap untuk bagian yang kotor berat.
  14. Alat pembersih kaca.
  15. Kotak alat-alat pembersih.
  16. Keranjang sampah.

Pakaian pelindung

  1. Sepatu tertutup.
  2. Kaca mata debu.
  3. Sarung tangan karet.

Pemilihan dan penggunaan alat – alat pembersih

No Alat-alat Kegunaan
1 Kotak perlengkapan pembersih ·                Untuk menyimpan perlengkapan pembersih

·                Untuk menyimpan bahan-bahan pembersih

2 Sapu basah ·                Untuk membersihkan tanah basah

·                Untuk membersihkan sampah-sampah kecil permukaan lantai

3 Sapu kering ·                Untuk membersihkan lantai dari debu dan basah
4 Kemoceng ·                Untuk membersihkan furniture dari debu
5 Alat pembersih kaca ·                Untuk membersihkan permukaan dari air

·                Untuk membersihkan kaca dari debu

·                Untuk membuat permukaan kering dan bersih

6 Semprotan ·                Untuk membersihkan permukaan furniture dari debu yang melekat
7 Sikat tangan ·                Untuk menggosok kotoran di lantai dan tembok

·                Untuk menghilangkan tanah kering atau basah

8 Pembersih debu bertangkai panjang ·                Untuk membersihkan debu di langit-langit atau permukaan yang tinggi
9 Sikat yang bertangkai panjang ·                Untuk menghilangkan tanah kering dan basah

·                Untuk menyikat lantai

10 Ember ·                Untuk menyimpan air dan larutan bahan pembersih
11 Spon karet ·                Untuk membersihkan permukaan yang basah
12 Sikat baja ·                Untuk membersihkan kotoran dipermukaan keras
13 Sikat toilet ·                Untuk membersihkan bagian dalam WC
14 Kereta roda ·                Untuk menyimpan perlengkapan dan linen housekeeping yang digunakan sehari-hari
15 Keranjang sampah ·                Tempat buang sampah
16 Ember (bucket) ·                Untuk menyimpan air dan larutan bahan pembersih
17 Water scraper ·                Untuk menghilangkan air dari permukaan lantai
18 Pel basah ·                Untuk membersih kotoran yang melekat atau air dipermukaan lantai
19 Sarung tangan ·                Untuk melindungi tangan dari bahaya bahan kimia
20 Pengki ·                Untuk mengumpulkan debu dan sampah.

Memeriksa peralatan

  1. Memeriksa bahwa peralatan bersih dan disimpan dengan baik:
  • sebelum dan sesudah digunakan semua peralatan harus bebas dari debu dan bersih.
  • pastikan kabel bersih dan disimpan dengan benar
  • peralatan dan mesin-mesin jangan sampai tidak terawat
  • bila tidak digunakan semua peralatan harus dalam keadaan mati dan disimpan ditempat yang tepat
  • periksa bahwa metode penyimpanan tepat untuk setiap tipe peralatan.
  1. Memeriksa bahwa peralatan dalam keadaan aman untuk digunakan:
  • dalam pengecekan peralatan elektrik harus ada perhatian ekstra
  • jangan mengoperasikan peralatan elektrik, jika tidak dalam kondisi yang aman
  • pastikan semua bagian dari mesin dalam keadaan baik termasuk stiker dan kabel
  • gunakan petunjuk dari pabrik untuk penggunaan peralatan secara aman
  • mengecek peralatan sebelum dan sesudah digunakan
  • jangan sampai menggunakan peralatan mesin yang tidak dioperasikan secara benar
  • laporkan setiap kegagalan pemakaian atau kerusakan peralatan.

Jenis bahan pembersih

  1. Air
  2. Pembersih kamar mandi
  3. Penggosok
  4. Bahan pembersih serbaguna
  5. Asam
  6. Alkalis
  7. Pembersih lemak
  8. Dulcimers
  9. Penghilang bau
  10. Pembaski kuman/bakteri
  11. Pembersih kaca fiber
  12. Pembersih logam.

Pemilihan dan penggunaan bahan pembersih

  1. Air

Adalah sangat diperlukan dalam membuat larutan bahan pembersih:

  • Kalsium (Dapat menghambat kemampuan daya bersih suatu detergen)
  • Besi dan sulfur (Penyebab perubahan/perusakan warna)
  • Fosfat (Sebenarnya dapat sebagai pengganti detergent bubuk).
    1. Pembersih kamar mandi

Penting untuk diketahui bahwa bahan pembersih ini adalah yang biasa digunakan di housekeeping, jangan digunakan secara bersamaan. Amonia tidak tersebut boleh dicampur dengan clorida. Bila bahan kimia tersebut dikombinasikan akan membentuk suatu gas yang sangat kuat (gas phosgene yang bisa mematikan).

  1. Penggosok (Abrasive)

Abrasive adalah zat kimia seperti pasir yang digunakan untuk menghilangkan kotoran yang berat dan untuk pemoles. Abrasives dapat juga digunakan secara aman untuk stainless steel, keramik, perlengkapan makan. Bagaimanapun bahan pembersih ini dapat merusak permukaan marmer atau fiberglass.

  1. Bahan pembersih serbaguna (All purpuse cleaner)

Ada beberapa all purpose cleaner dipasaran. Mereka dapat digunakan untuk mencuci tembok, mengosok lantai, membersihkan bak mandi dan shower serta membersihkan jendela dan kaca. All purpose cleaner kebanyakan kental dan dapat dicampur air.

  1. Asam (Acid)

Sesuai kebutuhan pembersihan yang berbeda-beda. Cairan asam sirat, cuka, sebagai contoh dapat digunakan untuk membersihkan kaca, perunggu dan stainless steel.

  1. Alkalis (Alkali)

Digunakan pada laundry. Alkali dalam bahan pembersih menambah daya bersih dari pada detergen. Mereka juga mempunyai kekuatan pembasmi hama. Khusus alkalis dalam all-purpose cleaner mempunyai ph antara 8 – 9,5. Ph adalah ukuran skala keasaman atau alkalinity of substances composed in water. Ph alaminya adalah 7.

  1. Pembersih lemak (Degreasers)

Disebut juga emulsi atau stabilisator menunjukkan suatu angka yang berbeda produk akan bertindak berdasarkan jenis lemak dan tanah.

  1. Dulcimers

Dulcimers membersihkan kandungan mineral yang dapat memudarkan, kerak dan kotoran hitam pada permukaan lantai.

  1. Penghilang bau (Deodorizers)

Deodorizers atau penyegar ruangan dirancang untuk mengurangi bau tidak enak. Penyegar seperti biasa dapat meninggalkan bekas pada permukaan.

  1. Pembasmi kuman/bakteri (Disinfectants)

Disinfectants membunuh bakteri, jamur dan lumut. Disinfectants biasanya mahal. Suatu all-purpose cleaner yang bagus menggunakan bahan pembersih yang bagus pula prosedur pembilasan dan pengeringan harus dilakukan dengan baik untuk kebutuhan operasional.

  1. Pembersih kaca fiber (Fiberglass cleaner)

Kebanyakan bak mandi dan shower set terbuat dari fiberglass. Pembersih khusus yang tersedia untuk membersihkan permukaan fiberglass tanpa goresan.

  1. Pembersih logam (Metal cleaner)

Beberapa oil based metal cleaner membersihkan kotoran pada logam yang tipis, lapisan pelindung pada permukaan logam. Lapisan pelindung ini sering mengangkat sidik jari, bila memudahkan kain. Lapisan ini dapat merusak banyak kain.

Penggunaan bahan kimia yang aman

  1. Membaca label kaleng dan mengikuti petunjuknya.
  2. Pastikan bahwa kaleng itu tidak bocor atau rusak.
  3. Pastikan bahwa label pada kaleng benar.
  4. Petugas harus memakai alat pelindung seperti masker, sarung tangan, kaca mata debu bila perlu.
  5. Jangan mencampur bahan kimia.
  6. Ammonia tidak boleh dicampur dengan chlorine.
  7. All-purpose cleaner umumnya kental dan dapat di campur dengan air sesuai kebutuhan pembersihan yang berbeda-beda.
  8. Abrasives dapat digunakan dengan aman pada stainless steel, ubin keramik, dan beberapa peralatan berbahan kaca dari Cina.
  9. Jangan gunakan pelapis bahan kimia pada permukaan keramik.

Menggunakan pakaian pelindung

Menggunakan alat pelindung ini harus diwajibkan untuk dilaksanakan oleh semua staff, dimana tujuan utama adalah untuk melindungi diri.

Perlengkapan pelindung meliputi:

  • Sepatu dengan ujung tertutup

Pegawai harus memakai ini untuk menghindari kecelakaan seperti pada lantai yang basah, jalan yang licin atau dari cairan panas yang tertumpah, dsb.

  • Helm

Digunakan untuk melindungi ketika membersihkan balcon, langit-langit dan dinding.

  • Jas

Diharapkan dapat melindungi kulit dari tumpahan dan untuk para pekerja yang sedang bekerja pada situasi udara dingin seperti pada mesin pendingin.

  • Masker

Dipakai untuk melindungi diri dari uap yang berasal dari bahan kimia, debu dan asap.

  • Kacamata debu

Untuk melindungi mata dari asap debu dan bahan kimia, ketika membersihkan daerah yang sulit dijangkau seperti langit-langit, lubang-lubang angin, kacamata ini juga untuk mencegah jatuhnya debu atau partikel-partikel pada mata.

  • Sarung tangan karet

Dapat dipakai pada saat menuangkan bahan kimia dengan maksud untuk membersihkan atau ketika mencampur bahan kimia untuk membersihkan kolam renang atau penanganan material yang tidak mudah bersih.

Daerah umum

Jadwal pembagian tugas untuk daerah umum dapat dibuat daftar seperti:

  • harian
  • mingguan
  • bulanan

Bagian housekeeping bertanggung jawab atas kebersihan seluruh daerah umum termasuk perlengkapan yang ada.

  1. Internal (bagian dalam)
  • daerah ruang masuk:
    • kantor depan
    • pintu masuk
    • ruang masuk.
  • daerah untuk duduk-duduk
  • jalan diantara kamar-kamar
  • lift
  • tangga
  • kantor pimpinan
  • daerah karyawan
  • area pertemuan:
    • ruang untuk pesta
    • ruang rapat.
  • kantor untuk aktivitas bisnis
  1. Eksternal (bagian luar)
  • Kolam renang:
    • pusat kebugaran
    • ruang ganti
    • daerah bermain anak-anak
  1. Serambi atas
  1. Daerah tambahan:
  • ruang istirahat
  • tempat jualan

Membersihkan daerah umum

Internal (bagian dalam):

  • daerah ruang masuk:
    • kantor depan
    • pintu masuk
    • ruang masuk
  • daerah untuk duduk-duduk
  • jalan diantara kamar-kamar
  • lift
  • tangga
  • kantor pimpinan
  • daerah karyawan
  • daerah pertemuan
    • ruang untuk pesta
    • ruang rapat
  • kantor untuk aktivitas bisnis

Eksternal (bagian luar):

  • kolam renang:
    • pusat kebugaran
    • ruang ganti
    • daerah bermain anak-anak
  • serambi atas

Additional daerah (daerah tambahan):

  • ruang istirahat
  • tempat jualan:
    • restoran
    • bar
    • club malam

Bagaimana membersihkan daerah umum

Internal:

  1. Area lobby
  1. Jalan masuk

Peralatan sapu dan pengki, alat pengepel dan embernya, bahan pembersih serba guna, pembersih lantai, pembersih kaca, kain pembersih dan busa.

  • Langkah 1; menggosok kerak-kerak air dari lantai menggunakan pe kering, lap atau busa
  • Langkah 2; lantai di sapu, termasuk keset
  • Langkah 3; mengepel lantai
  • Langkah 4; membersihkan kaca-kaca pintu luar dalam, dikerjakan dari atas ke bawah
  • Langkah 5; membersihkan bagian pintu yang bukan kaca, perhatikan dengan teliti bekas sidik jari yang menempel dan sekitar pegangan / kunci pintu
  • Langkah 6; poles pegangan dan kunci pintu
  • Langkah 7; bersihkan jejak-jejak dari orang dan binatang
  • Langkah 8; yakinkan bahwa semua keset terhampar lurus dan datar. Pemeriksaan akhir buka setiap pintu yakinkan keseluruhan bersih.
  1. Meja depan (Front desk)

Peralatan – lap pembersih, spon, alat-alat pembersih debu, alat penyedot debu, sapu, pengki, tempat sampah.

  • Langkah 1; bersihkan asbak yang kotor dan letakkan kembali pada tempat semula, lengkapi korek api
  • Langkah 2; kosongkan sampah, dan letakkan kembali pada tempatnya
  • Langkah 3; bersihkan perlengkapan dan dekorasi pada dinding dari debu
  • Langkah 4; meja depan dibersihkan dari debu dan mengkilatkan permukaan meja. Kerjakan dari atas ke bawah perhatikan dengan teliti bekas sidik jari, noda dan dari bekas tanda lecet
  • Langkah 5; bersihkan flek-flek pada dinding, periksa noda-noda sekitar saklar dan stop kontak.
  • Langkah 6; bersihkan debu-debu dengan vacuum cleaner bagian dalam meja, lindungi semua bagian yang kena matanari, terutama karpet yang dapat dijangkau termasuk dibawah meja dan kursi gunakan sapu untuk menjangkau bagian-bagian yang susah dan pinggir.
  1. Lobby

Peralatan – pembersih kaca, sapu dan pengki, pel dan ember, pembersih serba guna, pembersih lantai, kain pembersih dan spon, alat-alat pembersih debu, penyedot debu dan tempat sampah.

Aktifitas malam hari:

  • Langkah 1; bersihkan asbak yang kotor dan letakkan kembali ke tempatnya
  • Langkah 2; ambil kertas-kertas dan sampah dan laporkan jika ada barang-barang tamu yang tertinggal ke penyelia anda
  • Langkah 3; kosongkan tempat sampah, dan letakkan kembali ke tempatnya
  • Langkah 4; bersihkan kaca dan jendela, termasuk kaca diatas meja
  • Langkah 5; bersihkan debu pada perlengkapan dan pesawat telepon
  • Langkah 6; bersihkan tempat minum dan keringkan sekitar tempat minum dan bersihkan juga tombol-tombolnya
  • Langkah 7; bersihkan flek-flek di dinding dan perabot yang di dinding. Bersihkan debu pada bagian atas dan sisi-sisi pigura lukisan
  • Langkah 8; bersihkan debu-debu pada pegangan tangga
  • Langkah 9; bersihkan lantai kayu dan lantai ubun
  • Langkah 10; bersihkan debu pada lantai karpet dengan vacuum cleaner
  • Langkah 11; rapihkan perlengkapan mebel termasuk bantal sofa dan kursi.
  1. Koridor

Peralatan – alat pembersih debu ditempat yang tinggi atau yang sulit dijangkau, peralatan pembersih debu, pembersih serba guna, kain pembersih spon, penyedot debu, bola lampu.

  • Langkah 1; bersihkan debu pada kipas angin, debu dan bagian pojok alat-alat
  • Langkah 2; bersihkan dan poles dudukan lampu
  • Langkah 3; ganti bola-bola lampu yang mati
  • Langkah 4; bersihkan flek-flek pada dinding
  • Langkah 5; bersihkan bagian luar dalam pintu darurat, bingkai pintu dan rel pintu
  • Langkah 6; sedot debu pada carpet dengan vacuum cleaner, mulai satu bagian dan diakhiri hingga pada bagian koridor dan kerjakan menuju jalan/pintu keluar.
  1. Lift

Peralatan – kain pembersih dan spon, pembersih serba guna, perlengkapan pembersih debu, pembersih kaca, alat pembersih debu bertangkai panjang untuk bagian yang susah dijangkau, bola lampu, tabung penyedot debu yang mudah dibawa-bawa.

Prosedur:

  • Langkah 1; keringkan bagian luar dari pintu lift, bersihkan flek dan sidik jari pada tombol luar dan sekitar dinding lift
  • Langkah 2; kosongkan dan bersihkan asbak-asbak dekat pintu lift
  • Langkah 3; periksa ruang lift, kunci atau tekan tombol pengatur, kemudian lift diposisikan terbuka
  • Langkah 4; bersihkan debu pada lampu langit-langit lift, ganti bila lampu terbakar atau putus
  • Langkah 5; keringkan bagian yang sering terkena bercak air, pada setiap permukan dinding atau kaca cermin. Mulai dari sudut kanan atas dan dilakukan melintang dan kebawah
  • Langkah 6; bersihkan dan gosok rel lift
  • Langkah 7; bersihkan pada bagian tombol-tombol pengendali lift sehingga bebas dari noda-noda dan sidik jari tangan
  • Langkah 8; sedot debu pada karpet lift
  • Langkah 9; gunakan penyedot debu untuk membersihkan debu dan jejak kaki
  • Langkah 10; tutup pintu lift dan bersihkan pintu bagian dalam.
  1. Kantor pimpinan

Termasuk didalamnya kantor Sumber Daya Manusia, kantor Makanan dan Minuman, kantor Penjualan dan pemasaran, dst.

Prosedur:

  • ambil dan kosongkan sampah dalam tempat sampah dan bersihkan
  • bersihkan debu-debu pada meja secara benar
  • bersihkan noda-noda pada dinding
  • sapu lantai dan kumpulkan sampah-samaph yang jatuh dengan pengki
  • bersihkan debu di karpet dengan vacuum cleaner setiap malam
  • bersihkan lantai, di pel dan keringkan
  • cuci permukaan jendela setiap minggu/setiap bulan
  • lakukan pembersihan total secara periodik biasanya saat tingkat human rendah.
  1. Daerah karyawan

Meliputi:

  • Tempat makan karyawan
  • Tempat ganti pakaian
  • Tempat mandi karyawan
  • Koridor pelayanan
  • Daerah penyimpanan.
  1. Ruang pertemuan
  2. Ruang pesta
  3. Ruang rapat

Di beberapa hotel, karyawan Housekeeping akan bertanggung jawab atas pembersihan kursi-kursi, meja-meja, mebel, dinding, dan lantai, setelah penyajian pelayanan makanan selesai peralatan bekas pakai dipindahkan.

Prosedur:

  • Bersihkan sisa makanan dan bekas noda dari permukaan jok kursi pada saat membersihkan perabot
  • Catat kondisi setiap mebel dan laporkan kerusakan dan noda yang sulit dibersihkan pada penyelia.

Persiapan sebelum melaksanakan pembersihan

  1. Identifikasi dan tentukan daerah yang perlu dibersihkan dan dikerjakan.
  2. Informasikan pada bagian yang bertanggung jawab bila pembersihan diharapkan untuk segera dikerjakan.
  3. Kumpulkan dan periksa bahan-bahan pembersih, peralatan dan perlengkapan.
  4. Pasang tanda “sedang dibersihkan” jika sedang membersihkan daerah umum untuk menjamin agar tamu tidak terkena resiko bahaya seperti terpeleset akibat lantai basah atau kejatuhan air karena overhead cleaning (bagian diatas kepala).
  5. Siapkan semua rambu-rambu yang penting sehingga tidak membahayakan tamu dan staf.

Pembuangan sampah dan limbah bahan kimia secara aman

  1. Menangani dan mengatur pembuangan limbah bahan kimia secara aman.
  • Bacalah isi tata cara pelaksanaan
  • Pastikan wadahnya tidak bocor dan rusak
  • Yakinkan wadahnya diberi label yang benar
  • Gunakan alat pelindung seperti masker, sarung tangan bila diperlukan
  • Jangan mencampur bahan kimia
  • Jangan mencampur limbah kimia.
  1. Semua sampah harus dibuang tepat pada waktunya demi kesehatan umum.
  2. Semua tempat limbah harus anti bocor dan kokoh.
  3. Tempat limbah harus dipelihara dan ditangani dalam kondisi yang aman.
  4. Sebelum tempat sampah penuh, gantilah dengan yang baru.
  5. Pembuangan limbah sampah padat.

Setiap pembuangan sampah yang bukan cair atau gas jangan dibuang begitu saja ke sistem pipa.

  1. Sampah

Suatu campuran kertas, karton, plastik, pembuangan kain linen, kotak kayu, perabotan yang rusak, kaleng-kaleng, botol-botol, kaca-kaca dan sampah umum, tidak termasuk limbah bekas makanan dan sampah lain yang telah ditetapkan.

  1. Sampah makanan

Termasuk sampah dari dapur, café, toko dan termasuk potongan-potongan kertas, plastik, pelapis wadah makanan padat dan cair. Tidak termasuk karton-karton dan kotak-kotak kayu, semuanya ini bagian dari sampah.

  1. Membasuh

Sampah cair yang meliputi sampah dari persiapan pembuatan makanan, dapat juga termasuk yang mengandung lemak tetapi tidak dalam bentuk padat.

  1. Kotoran di jalanan

Menyapu kotoran yang melekat, daun, isi keranjang sampah

  1. Sisa yang masih ada (Residu)

Hasil pembakaran termasuk abu, kaleng-kaleng dan botol-botol.

  1. Abu yang beterbangan (Fly Ash)

Abu kertas padat, abu arang, debu, shoot atau partikel lain. Pembakaran benda padat yang menghasilkan produk bakar.


Memelihara dan menyimpan alat pembersih

Tempat untuk penyimpanan peralatan:

  • Lemari tempat menyimpan perlengkapan
  • Gudang untuk peralatan.
    1. Sikat: jangan sampai disimpan dengan posisi bulu sikat di bawah, jika perlu sikat-sikat tersebut harus dicuci dengan air bersih.
    2. Sapu kering: jangan menyimpan dengan posisi bulu sapu dibawah, tapi harus di gantung pada kaitan atau disandarkan ke blok bila tidak digunakan.
    3. Pel: setelah digunakan kain rumbai-rumbai, ember dan alat pemeras, harus dicuci dibilas, dikeringkan dan disimpan di tempat yang vertilasinya bagus. Bila diperlukan dapat dicuci ke laundry.
    4. Kain pembersih: harus dicuci dan dikeringkan setelah digunakan.
    5. Semprotan: lubang jarumnya harus dalam posisi yang benar dan harus dibersihkan setelah digunakan
    6. Ember atau bak: harus dicuci dan keringkan setelah digunakan.
    7. Pel basah: pada akhir pembersihan periodik, katun pembersih debu harus dibersihkan dan disimpan sebagaimana mestinya bahwa ujung pel tidak menyentuh lantai. Kain dan kawat penjepit harus dicuci secara periodik/secara.
    8. Sikat WC: cucilah setelah digunakan dan simpan dalam keadaan kering, pada khususnya untuk sikat yang terbuat dari bahan yang tegak.
    9. Alat penarik air: setelah digunakan karetnya harus dicuci, dibilas dan dikeringkan.
    10. Alat penyedot debu:

Bersihkan kantong debu atau ganti jika perlu. Bersihkan vacuum cleaner dengan membersihkan bagian penggerak, tali kabel dan alat pelengkap dengan lap lembab, cuci dan keringkan tempat penampungan air jika perlu.

  1. Mesin pembersih lantai:
  • bersihkan bagian-bagian mesin
  • bersihkan kabel (gulung kembali kabel dengan lap lembab dan cuci bagian proses penggerak, piringan dan landasan
  • simpan mesin dengan posisi ke atas secara teratur.
    1. Mesin pencuci karpet:

Setelah bekerja kosongkan tangki air dengan cara membuka mulut tangki. Bersihkan kabel dengan lap lembab, bersihkan debu partikel yang tertinggal di sikat bulu. Bersihkan pipa untuk menghindari penumpukan hasil bilasan dan bersihkan rangka mesin dengan lap lembab/kain lap.

 

Dipublish oleh www.pasprima.com